Teknologi Proyeksi Air Tanah berisi penerapan suatu model numerik untuk simulasi perilaku air tanah dalam suatu CAT untuk kondisi saat ini hingga masa mendatang secara lebih interaktif, mudah diedit, serta resolusi yang lebih baik. Model numeric yang digunakan adalah IMOD (Interactive Modeling) yang merupakan pengembangan dari Visual Modflow oleh Deltares (Vermeulen, et al., 2014). Metode numeric dikembangkan dalam pemodelan air tanah untuk mengatasi kompleksitas dalam sistem air tanah (Sugianti, 2017). IMOD diterapkan dalam teknologi ini untuk dapat memproyeksikan kondisi air tanah dengan berbagai input dan skenario. Teknologi ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi air tanah secara spasial pada periode waktu yang diinginkan dengan skenario – skenario yang telah ditentukan. Dalam teknologi ini, simulasi dibatasi hanya untuk kajian perilaku air tanah secara kuantitatif tanpa mempertimbangkan segi kualitas airnya. Dalam menerapkan teknologi ini membutuhkan pemahaman yang baik terkait model konseptual air tanah yang merupakan interpretasi kondisi geologi dan hidrologi dalam suatu sistem air tanah. Hasil simulasi berupa level muka air tanah secara spasial setiap waktu, sehingga dapat diketahui penurunan ataupun kenaikan level MAT pada wilayah tertentu. Sebagai contoh, proyeksi air tanah di CAT Jakarta dengan skenario pengurangan jumlah pengambilan sebesar 10%/tahun atau sekitar 900 ribu m3/tahun, menyebabkan pemulihan air tanah rata – rata sebesar 0,3 s.d 0,6 m/tahun. Sesuai dengan definisi yang disebutkan oleh Castells (2004) bahwa teknologi yang sudah diciptakan dapat digunakan berulang – ulang, maka teknologi proyeksi air tanah pun dapat diterapkan di cekungan air tanah lainnya, dengan ketentuan bahwa input data yang dibutuhkan cukup lengkap dan memenuhi prosedur yang ditentukan. Hal ini penting karena jika data input yang tersedia kurang lengkap, akan menyebabkan terlalu banyak asumsi sehingga hasil proyeksi menjadi kurang realistis. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi ini antara lain dapat mengestimasikan jumlah pengambilan air tanah yang tidak tercatat serta dapat menentukan skenario yang tepat dalam pengelolaan air tanah saat ini maupun pada masa mendatang. Selain itu, hasil simulasi numerik ini juga dapat dijadikan input pemodelan lainnya seperti land subsidence, transport zat kimia, intrusi air laut, dan lain sebagainya.
Teknologi Proyeksi Air Tanah