Berdasarkan Asian Water Development Outlook (AWDO) 2016, ketahanan air nasional terdiri dari 5 indikator (key dimensions) yaitu ketahanan air rumah tangga, perkotaan, ekonomi, lingkungan, dan bencana. Perhitungan masing-masing diperbarui berdasarkan literatur terbaru serta elaborasi data terkait sumber daya air yang sesuai untuk perhitungan indeks ketahanan air, sehingga dapat dihasilkan indeks ketahanan air pada 5 indikator maupun secara menyeluruh pada kondisi eksisting.
Sebagai kata kunci dari kajian ini, yaitu skenario perubahan iklim, maka pehitungan indeks ketahanan air proyeksi pun dilakukan. Dari beberapa skenario perubahan iklim yang ada, dipilih skenario terburuk yaitu GCM (Global Climate Model) 8.5. Panjang data hujan berdasarkan GCM 8.5 dipilih dari tahun 1981-2045 (39 tahun), dengan membagi 2 periode yaitu periode kontrol (1981-2005) dan proyeksi (2006-2045). Data hujan GCM tersebut dibandingkan dengan data hujan modifikasi groundstations dan GPCC (Global Precipitation Climatology Centre). Perbandingan data hujan GCM dan groundstations menggambarkan bahwa proyeksi hingga tahun 2045 besaran hujan cenderung turun. Hal tersebut mengindikasikan besaran debit dan indeks kekeringan hidrologi juga mengalami kondisi serupa (menurun).
Dengan mengacu pada periode baseline model GCM yaitu pemilihan data debit dengan periode 1981-2005 atau minimal 10 tahun pada periode ini, sehingga mempengaruhi jumlah Wilayah Sungai (WS) yang akan dikaji selanjutnya. Dari hasil analisis, maka terpilih 56 WS yang dapat dilakukan perhitungan indeks ketahanan air proyeksi.
Perbandingan kondisi ketahanan air eksisting dan proyeksi (2045) yang diinterpretasikan secara spasial menyatakan bahwa indeks ketahanan air pada 55 WS bervariasi, baik itu menjadi lebih buruk pada tahun 2045 ataupun sebaliknya. Hal tersebut dimungkinkan karena pada 5 indikator ketahanan air ada yang mengalami penurunan maupun kenaikan indeks menjadi lebih baik. Untuk wilayah sungai yang pada proyeksi 2045 mendatang mengalami kondisi kurang baik atau dengan kata lain ketersediaan air dinyatakan sangat kurang, maka dapat ditentukan upaya mitigasi seperti apa yang perlu dilakukan.
