Sistem Peringatan Dini Dan Monitoring Bencana Tanah Longsor dan Banjir Lahar

Deskripsi

Untuk mendukung respon cepat atas berbagai kejadian bencana banjir debris dan tanah longsor di Indonesia, maka diperlukan adanya suatu sistem terpadu yang dapat memberikan informasi dan peringatan dini atas kejadian bencana aliran debris dan tanah longsor yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Sistem tersebut adalah sebuah sistem terpusat krisis bencana banjir debris dan tanah longsor yang mengintegrasikan data/informasi, pengolahan, dan analisis cepat yang nantinya menghasilkan rekomendasi teknis yang berguna untuk stakeholder terkait dalam rangka mengatasi dan mendukung tanggap darurat bencana banjir debris dan tanah longsor.

Untuk mengurangi jumlah korban baik jiwa maupun harta benda pada daerah rawan bencana longsor dan lahar, maka diperlukan adanya suatu sistem peringatan dini dan monitoring bencana longsoran dan banjir lahar untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemodelan banjir lahar dilakukan dengan program Simlar V2.1 (simulasi lahar). Pemodelan tanah longsor secara mikro dilakukan dengan program TRIGRS (Transient Rainfall Infiltration and Grid-Based Regional Slope-Stability Analysis). Pemodelan tanah longsor secara makro dilakukan dengan program LEWS (landslide early warning sistem).

Manfaat

Tersedianya sistem peringatan dini dan monitoring bencana banjir lahar dan tanah longsor untuk seluruh Indonesia, yang bisa memberikan informasi lengkap kondisi bencana dalam rangka menunjang sistem peringatan dini dan rekomendasi teknis bencana.

Lokasi

Mencakup wilayah Indonesia

Tahun Penerapan

Tahun 2017