Dikembangkan sebagai alternatif semen pozolan untuk bangunan sederhana terutama di daerah yang sulit transportasi tetapi memiliki potensi kapur dan tras. Teknologi ini sudah dirintis untuk diterapkan di Wamena, Nagrek dan Sukabumi.

Keunggulan :
• Dapat mensubstitusi pemakaian PC pada bagian non struktural bangunan (merupakan 75% bagian konstruksi);
• Mudah dalam pengerjaannya (workability);
• Mengurangi terjadinya pemisahan agregat/adukan;
• Menurunkan panas hidrasi;
• Mengurangi terjadinya retak-retak;
• Meningkatkan kerapatan adukan; dan
• Tahan terhadap pengaruh lingkungan.
