Penyusunan Indeks Biaya Konstruksi Rumah Susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berdasarkan studi yang dilakukan Puslitbang Perumahan dan Permukiman tahun 2016, salah satu persoalan yang dihadapi pengembang terkait suplai rumah subsidi adalah keuntungan yang kecil akibat harga jual rumah subsisi yang ditetapkan pemerintah tidak sesuai dengan tingkat kemahalan harga di setiap kabupaten/kota. Data tingkat kemahalan harga bidang konstruksi setiap kabupaten/kota di Indonesia telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun dalam bentuk Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). Data IKK tahun 2017 menunjukkan variasi indeks yang besar baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota. Tahun 2017, Puslitbang Perumahan dan Permukiman telah melakukan penelitian mengenai indeks biaya kontruksi (IBK) rumah sederhana tapak (RST) dan dilanjutkan untuk menyusun IBK rusun MBR.

Adapun biaya konstruksi suatu bangunan rumah terdiri dari komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung.  Jumlah komponen biaya tersebut cukup banyak dan kompleks sehingga tidak efisien jika seluruhnya dimasukkan sebagai komponen indeks biaya konstruksi. Oleh karena itu sangat diperlukan seleksi komponen biaya yang berpengaruh signifikan terhadap total biaya kontruksi rumah. Pengaruh suatu item biaya ditentukan dari seberapa sensitif biaya total terhadap variabilitas item biaya tersebut. Untuk mendapatkan sensitivitas semua item biaya digunakan pendekatan simulasi monte carlo (SMC). Piranti lunak yang digunakan adalah Crystal Ball Versi 7, pendekatan simulasi dilakukan dengan alasan kepraktisan semata dimana setiap item biaya yaitu upah dan material dianggap sebagai variabel acak dan diasumsikan mengikuti distribusi normal dengan skenario koefisien variasi 10%.