Dalam rangka mewujudkan salah satu amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo, Kementerian PUPR memiliki rencana untuk membangun 1.000 km jalan tol, 2.650 km jalan non-tol; pemeliharaan 47.017 km jalan; konstruksi 15.000 m fly over dan underpass; dan dukungan 500 km jalan sub-nasional. Kesemua hal tersebut ditargetkan selesai dalam masa 5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk meningkatkan konektivitas bagi penguatan daya saing Indonesia.
Pertanyaannya kemudian bagaimana caranya mengukur konektivitas tersebut. Ini menjadi penting karena jika seluruh rencana Kementerian PUPR terwujud apakah memang terjadi peningkatan konektivitas. Pada intinya konektivitas adalah membandingkan antara jaringan jalan dengan pusatpusat kegiatan. Idealnya jaringan jalan harus mampu melayani seluruh pusat kegiatan yang ada. Jaringan jalan diistilahkan links sementara pusat kegiatan diistilahkan nodes. Dengan demikian konektivitas merupakan perbandingan antara links dan nodes.
